Konflik antara Indonesia dan Malaysia kian memanas. Selain mengkliam Pulau Ambalat, Malaysia telah banyak mengklaim berbagai kebudayaan Indonesia, seperti batik, Reog ponorogo, lagu Rasa Sayange, dan yang terhangat ialah tari pendet. Awalnya ssaya kira konflik ini baru ada selama 10 tahun terakhir ini, tapi ternyata masalah ini sudah ada sejak jaman Pak Soekarno masih menjabat sebagai Presiden Indonesia. Dari yang saya baca Lagu kebangsaan Malaysia merupakan hasil copy irama dari lagu Gesang,salah satu seniman Indonesia, yang berjudul Terang Bulan. Bahkan gerakan “Ganyang Malaysia” sudah ada dari jaman Pak Karno. Selain masalah klaim ini, satu hal yang membuat saya sangat marah ketika saya membaca suatu forum di web berikut (http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TK0OQAT9ICE7KMU4V), di mana lagu kebangsaan Indonesia digubah liriknya oleh seorang warga negara Malaysia menjadi lirik sampah. Berikut lirik yang ditampilkan di forum tersebut:
IndonSIAL wrote:
Indonesial tanah Cairku
Tanah tumpah muntahku
Disanalah aku merangkak hina
Jadi kubur
Indonesial negara miskin ku
Bangsa Busuk dan Tanah Miskinku
Marilah kita semua tidur
Indonesial negara miskinku
Mati lah tanahku
Modar lah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Miskin lah jiwanya
Tidurlah badannya
Untuk Indonesial Miskin
Indonesial Miskin
Mampous Modar
Datang kerja Malaysia
Tapi TKI Jadi perampok
Rompak Malaysia bawa wang ke Indon
Indonesial Pendatang Haram
Miskin lah Miskin lah
Datang Haram ke Malaysia
Tiada paspor
Bila kena tangkap dan hantar balik
Kata nya malaysia jahat
Indonesial Negara Perampok
Indonesial Menghantar perampok maling
pekerja TKI Indonesial
hantaq pi Malaysia
Indonesial Maling
Merampok lagu Malaysia
Mengatakan itu lagu mereka
Indonesial Tanah yang hina
Tanah gersang yang miskin
Di sanalah aku miskin Untuk slama-lamanya
Indonesial Tanah puaka
Puaka Hantu Kita semuanya
Negara luas hasil bumi banyak tapi miskin
Datang minta sedekah di Malaysia
Marilah kita mendoa Indonesial brengset
Gersang lah Tanahnya mundurlah jiwanya
Bangsanya Rakyatnya semuanya
Tidurlah hatinya Mimpilah budinya
Untuk Indonesial Miskin
Indonesial Tanah yang kotor Tanah kita yang Malang
Disanalah aku tidur selamanya bermimpi sampai mati
Indonesial! Tanah Malang Tanah yang aku sendiri benci
Marilah kita berjanji Indonesial miskin
Mati lah Rakyatnya Modar lah putranya
Negara Miskin Tentera Coma pakai Basikal
Miskinlah Negrinya Mundur lah Negara nya
Untuk Indonesial kurap
Sebagai seorang WN Indonesia, saya sangat marah membacanya, walaupun bila dinyanyika kata-katany tidak semuanya sesuai dengan irama aslinya Semakin membaca forum tersebut, semakin ilfil rasanya, karena warga dari kedua negara ini saling mengeluarkan kata-kata kotor di forum tersebut.
Rasa-rasanya kalau kita saling mengatai ga bakal ada habisnya. Masalah ini muncul tidak hanya karena salah satu negara saja. Di satu sisi, latar belakang Malaysia melakukan hal ini sudah dibahas dengan sangat baik oleh Pak Chandra Marsono di blognya (http://chandramarsono.blogspot.com/2009/08/malaysias-culture-confusion.html). Dari sisi Indonesia sendiri mungkin dikarenakan kecuekan kita sendiri sebagai warga negara, jujur saja saya sendiri malas dan tidak berbakat untuk belajar tari daerah, lagu daerah saja saya ketahui dari pelajaran semasa di bangku sekolah. Ketika memperoleh kesempatan magang di negara orang saya semakin menyadari betapa Indonesia negara yang kaya dan begitu indah. Selain dari sisi warga negara mungkin juga terdapat masalah diplomasi maupun birokrasi yang sulit dilakukan. Banyak aspek yang berpengaruh dalam masalah ini.
Tapi apakah kita mau saja diinjak-injak ketika kebudayaan kita diambil satu persatu? Lalu bagaimanakah respon kita yang seharusnya? Pertanyaan ini cukup mengganggu saya. Apakah kita perlu mengeluarkan sumpah serapah di internet dan berkata-kata kotor? Bukankah hal tersebut semakin membuktikan bahwa bangsa Indonesia merupakan kumpulan orang-orang tidak berpendidikan yang emosinya mudah disulut? Jujur saja saya tidak setuju dengan cara tersebut. Ada banyak cara untuk membuktikan bahwa kebudayaan tersebut milik bangsa Indonesia, pertama tentunya melalui cara diplomasi. Kita buktikan bahwa Bangsa kita merupakan bangsa yang berpendidikan dan cinta damai. Kedua kita dapat berkarya seperti yang dilakukan Saykoji lewat lagu terbarunya You Copy it (again), di sana dia katakan bahwa itulah cara dia melawan, perang makian di internet udah basi, melalui karya-karya seperti ini kita buktikan bahwa Bangsa Indonesia memiliki kreativitas tinggi dan tidak hanya bisa menjiplak hasil karya orang lain. Well, saya tidak punya bakat dalam menciptakan lagu atau menari, tapi saya mencoba membuktikan bahwa Bangsa Indonesia merupakan Bangsa yang terpelajar melalui tulisan saya..^^